"ah...phigonhae..."
Yuja langsung melempar tasnya ke atas meja lalu membenamkan wajahnya begitu ia sampai di kelas, dia masih mengantuk dan sudah tidak punya sisa tenaga lagi."harusnya aku tidak tidur jam 2 tadi malam..."dia mulai bergumam.
"morning..."seseorang menyapanya lalu duduk disebelahnya. Yuja hanya mengangkat tangannya dan membalas,"O!"...."hey, apa kau tidak merindukanku?"tanya orang itu lagi.Yuja dengan malas-malasan membuka matanya dan melihat siapa yang duduk disebelahnya.
"mianhae Onnie, tapi aku benar-beeeeeenar tidak mengenalmu" Jawab Yuja sambil kembali ke posisi awalnya namun tiba-tiba saja kepalanya dipukul seseorang."Onnie,Mwoya?" si 'Onnie' langsung marah, suaranya langsung berubah seperti laki-laki."ini aku Taemin!!"jawab si 'Onnie'.
"heee...maldo andwae!!"Yuja langsung bangun menatap si 'Onnie' yang mengaku sebagai Taemin teman sekelasnya."Taemin yang aku kenal itu ga secantik kalau dia dilihat di TV..." Yuja mulai membayangkan wajah Taemin di hari terakhir mereka bertemu.
| ini yang ada di kepala yuja |
"Ini penampilanku yang sekarang..."Taemin memijat kepalanya yang terasa pusing."aku tidak menyangka temanku bisa melupakan diriku..."lanjutnya ironis. "aww...kau sakit?" Yuja terlihat panik."maaf..maaf...ini seperti sudah 2 bulan kita tidak bertemu..."Yuja perlahan memijat pundak Taemin.Membuat Taemin tersenyum, ternyata temannya masih sama seperti yang dulu. Selalu khawatir tentang dirinya."aku sudah merasa lebih baik sekarang...ah!!Yuja...aku sangat merindukanmu...." Taemin langsung memeluknya erat."urgh...Taemin-ah.Jangan peluk-peluk aku seenaknya..."Yuja berusaha melepaskan diri dari pelukan Taemin."wae?wae?wae?wae?kemana hak istimewaku?aku kira aku masih memilikinya..."Kata Taemin.
"musun suriya?sejak kapan aku memberikanmu hak istimewa?"Yuja merenggangkan otot lehernya yang terasa berat."kau masih sama seperti yang dulu..."
"aku masih tampan kan?"kata Taemin.Yuja menatapnya malas."masih sama seenaknya seperti yang dulu.."Yuja langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Taemin."mau kemana?"tanya Taemin."cuci muka.kenapa?mau ikut?"Taemin hanya tertawa sambil mengibaskan tangannya menyuruh Yuja segera pergi membersihkan diri.
===
Taemin menghela napas panjang, lega setelah melihat teman sekelasnya yang satu ini masih sama dengan gadis yang dia kenal selama ini. Tidak ada yang berubah dari dirinya selain.Dia terlihat lebih manis sekarang, Rambut Yuja yang dulu ikal sudah berubah lurus, wajahnya juga lebih tirus daripada yang sebelumnya. Taemin tiba-tiba tersenyum.'aku rasa aku menyukainya
===
"Noona~!!!!"
Yuja mendengar seseorang memanggilnya dari belakang, Yuja hanya menghela napas. Beberapa detik kemudian dia merasa seseorang memeluknya dari belakang."Ya, Min Ki..lepaskan aku sebelum kau aku pukul..." ancam Yuja. Namun MinKi hanya menggelengkan kepalanya dan semakin memeluk Yuja erat."Bogosipho..."katanya.
"Noona,tidak merindukanku?"
"tidak"
"jahat!!"
Yuja lalu berbalik menatap Minki atau orang lain memanggilnya REN. Yuja sekali lagi menghela napas panjang."kenapa aku lemah terhadap laki-laki seperti kalian?" kata Yuja sambil menutupi wajahnya setelah menatap wajah Minki yang terlihat sangat imut.
"Noona, membenciku ya?"wajah MinKin berubah sendu."Noona, tidak membencimu...hanya saja...urghh..sudahlah!Noona harus buru-buru ke kamar mandi..."Yuja mencoba melepaskan diri dari MinKi."aku akan tunggu Noona!!"teriaknya dari luar pintu toilet.
Di depan cermin Yuja menatap wajahnya sendiri. Pertemuan dengan MinKi hanya berlangsung 2 bulan yang lalu. Tepat saat Taemin memantapkan diri untuk menjadi Model profesional. Yuja bertemu MinKi di gang sempit, khawatir melihat MinKi berhadapan dengan orang-orang seumurannya yang berwajah menyeramkan. Yuja berusaha menolong MinKi, namun siapa percaya. Pria berwajah anak kucing itu ternyata adalah bos dari mereka-mereka yang berwajah seram.Yuja merasa tertipu.
"Aku tidak percaya dengan Pretty Boy..."gumamnya.sambil mengambil tisu dan mengeringkan wajahnya."mereka semua seperti kadal...bermuka dua..."
"Noona!kenapa lama sekali?ayo!aku antar Noona ke kelas..."MinKi menarik tangan Yuja dan berjalan berdampingan."aku paling suka menggandeng tangan Noona seperti ini"katanya sambil menatap Yuja seperti anak kecil.Yuja hanya meringis tidak tahu harus berbuat apa-apa.
"cha-jjan!!kita sudah sampai di kelas..."Kata MinKi.
"Gomawo..."Yuja tersenyum."kau kembalilah ke kelas.Ingat jangan membolos!"kata Yuja.
"siap noona!!"MinKi memberi hormat layaknya tentara, lalu tersenyum."anak manis..."Yuja mengacak rambut MinKi gemas.
"cuup..."
Tiba-tiba saja MinKi mencium pipi Yuja, membuat teman sekelas Yuja dan bahkan Taemin terkejut melihat kejadian itu."woaaahhhh....iriiiiii"para gadis menjerit iri."maaf, wajah Noona terlalu dekat jadi aku ingin menciumnya..."kata MinKi jujur.Yuja masih diam dalam posisinya sambil memegang pipinya."aku pergi dulu..."kata MinKi sambil melambaikan tangannya.
"dia siapa?"Taemin menepuk pundak Yuja."uh-oh, hanya Hoobae"jawab Yuja singkat lalu berjalan ke tempat duduknya, Taemin menatap MinKi yang perlahan-lahan mulai tak terlihat.
"siapa dia??"gumam Taemin.
p.s: saya ga suka pretty boy tapi beneran pengen nulis tentang pretty boy~=A=;; Love,ParkYooja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar